SETIAP saat akan terjadi perubahan. Hari berganti menjadi minggu. Minggu
berganti menjadi bulan. Bulan berganti menjadi tahun. Tidak terasa, kita telah
memasuki Agustus 2007. Bagi bangsa Indonesia, Agustus merupakan bulan keramat.
Bulan tersebut adalah bulan kemerdekaan. Kita tahu, 17 Agustus 1945 dapat
dijadikan titik tolak atau tanggal bangkitnya bangsa Indonesia. Bangsa
Indonesia mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri dalam rangka meraih
masa depan yang cerah.
Sudah 62 tahun bangsa Indonesia melewati masa-masa perjuangan mengisi
kemerdekaan. Selama itu tentu banyak suka dan duka yang kita rasakan. Masa 62
tahun bukanlah usia yang muda lagi, sudah setengah abad lebih. Menurut ukuran
umur manusia sudah sangat dewasa atau mungkin sudah tua dan cukup umur.
Kalau kita kaji dan renungkan lebih dalam lagi, kemerdekaan mempunyai beberapa
arti tersendiri, baik secara fisik-material maupun mental-spiritual. Antara
arti yang satu dengan yang lainnya tidka bisa dilepaskan karena saling
berkaitan dan mempengaruhi. Arti kemerdekaan adalah sebagai berikut.
Pertama, terbebas dari penjajahan bangsa lain atau bangsa asing. Bangsa dan
negara Indonesia yang kita cintai ini bisa terlepas dari kekuasaan penjajahan
dengan pengorbanan yang sangat besar. Darah, jiwa dan raga serta harta benda
yang tak terhingga telah menyatu pada bumi Indonesia, menjadi saksi berdirinya
Republik Indonesia. Betapa besar pengorbanan bangsa Indonesia demi meraih
kemerdekaan.
Kedua, bebas dari rasa takut dan khawatir. Orang dikatakan merdeka apabila
tidak dikungkung atau diliputi perasaan takut, cemas, dan khawatir yang
berkepanjangan. Ia terbebas dari pikiran yang sempit dan pendek.
Seandainya sudah terbebas dari rasa takut akan timbul keberanian, kreativitas,
dan munculnya ide-ide baru. Di sini kemerdekaan merupakan modal untuk
berkembang.
Ketiga, bebas untuk mengemukakan pendapat, baik lisan maupun tulisan. Kebebasan
untuk mengeluarkan pendapat merupakan hak setiap orang. Tentu saja dalam
mengemukakan pendapat harus dilandasi rasa tanggung jawab, menghormati pendapat
orang lain dan tidak asal mengeluarkan pendapat. Dalam mengeluarkan atau
mengemukakan pendapat harus dibarengi kejujuran dan kebenaran. Jangan sampai
mengemukakan pendapat berisi kebohongan dan fitnah.
Keempat, bebas menentukan nasib sendiri. Orang dikatakan merdeka seandainya
bebas untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Karena pada
dasarnya, masa depan kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Jalan mana yang
akan ditempuh, itu terserah kepada kita, apakah akan menempuh jalan lurus atau
berliku. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tidak dibayangi,
dikendalikan, dan mendapat tekanan dari orang lain. Kehadiran orang lain
sifatnya hanya membantu, memberi saran atau informasi dan memotivsi. Pada
akhirnya apa pun yang akan kita lakukan atau perbuat berpulang kepada diri kita
masing-masing. Ingat, nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum itu
sendiri yang mengubahnya.
Beberapa arti kemerdekaan di atas hendaknya dijadikan bahan renungan dan
introspeksi diri. Apakah kita sudah merasakan kemerdekaan yang sebenarnya?
Jawabannya berpulang kepada diri kita masing-masing. Hati kecil pasti bisa
menjawab. Mungkin seseorang telah merasakan atau menikmati arti kemerdekaan
yang sebenarnya. Atau mungkin hanya kemerdekaan semu.
Pada HUT Kemerdekaan Indonesia tahun ini, marilah kita mulai berbenah diri dan
perbaharui apa yang menjadi kesalahan pada masa silam, jangan kita tiru dan
ulangi lagi. Dengan semangat baru, kita lakukan yang terbaik bagi bangsa dan
negara. Apa yang telah Anda berikan dan lakukan buat negara?
Kemerdekaan yang telah diraih bukan berarti perjuangan berakhir, tetapi justru
perjuangan harus lebih keras lagi dalam rangka mengisi kemerdekaan, sehingga
cita-cita bangsa dapat tercapai. Mengisi kemerdekaan perlu didukung oleh
berbagai komponen atau unsur bangsa. Dengan kata lain, dalam membangun negara
dan bangsa dibutuhkan kerja sama dari semua pihak sesuai dengan fungsi dan
kedudukan atau statusnya.
Kemerdekaan akan terwujud apabila didukung ulama dan cendekiawan yang sarat
dengan ilmu. Ulama dan cendekiawan tempat kita bertanya karena mereka sebagai
orang yang mempunyai ilmu yang luas. Ilmu merupakan senjata dan modal bagi
manusia untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.
Dengan ilmu, hidup menjadi mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar